METODE PENELITIAN SOSIAL
JUDUL
STRATEGI PEMASARAN PIZZA HUT
1212003
SEKOLAH TINGGI ILMU SOSIAL DAN ILMU PILITIK (STISIP) WIDURI JAKARTA
METODE PENELITIAN
SOSIAL
BAB I
PENDAHULUAN
1. Latar Belakang Masalah
Persaingan dalam dunia bisnis kian ketat, hal
ini membuat para pelaku usaha harus berusaha lebih keras
agar tetap dapat bertahan. Kini, kegiatan pemasaran
berperan penting dalam kelangsungan hidup suatu
perusahaan. Suatu perusahaan yang ingin tetap bertahan harus
mempunyai beberapa strategi yang hebat dalam menjalankan bisnisnya, salah
satunya adalah mempunyai strategi pemasaran berupa bauran pemasaran yang tepat.
Bauran pemasaran terdiri dari produk, harga, lokasi dan promosi. Bauran
pemasaran yang tepat dapat membuat perusahaan lebih cepat dalam mencapai
tujuannya dan tentunya dapat memberikan kepuasan terhadap konsumen.
Kini, para pelaku usaha sudah memberi perhatian yang lebih serius terhadap
strategi bauran pemasaran yang akan diterapkan oleh perusahaan mereka dan salah
satu cabang bisnis yang mulai menerapkan strategi bauran pemasaran
secara serius adalah bisnis kuliner.
Bisnis kuliner adalah salah satu cabang bisnis yang
tengah berkembang di Indonesia. Kebutuhan pangan yang merupakan kebutuhan pokok
manusia dan jumlah penduduk Indonesia yang banyak, membuat bisnis ini cukup
digemari di Indonesia, sehingga para pelaku usaha dalam bisnis ini terus
meningkat setiap tahunnya. Salah satu bisnis kuliner yang tengah berkembang di
Indonesia adalah bisnis restoran atau rumah makan. Persaingan yang ketat saat
ini membuat pengusaha di bidang kuliner juga harus memiliki strategi
bauran pemasaran yang efektif, sehingga dapat memberikan kepuasan
terhadap konsumen.
Saat
ini, sudah banyak restoran yang menerapkan strategi bauran pemasaran, hal
ini dapat dilihat dari mulai banyaknya restoran yang tidak hanya
menjual kelezatan produk makanan dan minumannya saja, tetapi mereka juga
memperhatikan beberapa factor lain dalam bisnis restoran ini untuk memenuhi
kepuasan para pelanggannya. Setiap restoran mempunyai cara tersendiri dalam
upaya meningkatkan pelanggan dan memberi kepuasaan terhadap konsumen. Berhasil
atau tidaknya penerapan strategi bauran pemasaran akan berpengaruh pada
kelangsungan bisnis usaha tersebut, maka strategi bauran pemasaran yang tepat
sangat diperlukan dalam berbisnis.
Strategi
bauran pemasaran yang diterapkan oleh suatu restoran dapat berupa strategi
menetapkan harga, kualitas produk, lokasi restoran dan promosi yang
dilakukan restoran tesebut. Kombinasi bauran pemasaran dari setiap unsur
tersebut akan menentukan tingkat kepuasan konsumen restoran tersebut.
Maka dalam
penelitian ini, penulis ingin mengetahui pengaruh bauran pemasaran terhadap
kepuasan konsumen Restoran Pizza Hut yang akan dibahas dalam tugas mata kuliah
metode riset.
2. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang yang telah dibahas
sebelumnya, ada beberapa hal yang menjadi perumusan masalah dari penulisan ini,
diantaranya:
1. Apakah
factor produk mempunyai pengaruh terhadap kepuasan
konsumen restoran Pizza Hut ?
2. Apakah
pengaruh factor harga mempunyai pengaruh terhadap kepuasan
konsumen restoran Pizza Hut ?
3. Apakah
pengaruh faktor promosi mempunyai pengaruh terhadap kepuasan
konsumen restoran Pizza Hut ?
4. Apakah
pengaruh factor tempat atau lokasi mempunyai pengaruh
restoran terhadap kepuasan konsumen restoran Pizza Hut ?
3. Batasan Masalah
Elemen strategi bauran pemasaran yang
diterapkan oleh restoran Pizza Hut sangat beragam diantaranya : Produk, tempat,
promosi, harga, sumber daya manusia, produktivitas, fasilitas dan proses.
Karena luasnya permasalahan yang ada pada resoran Pizza Hut, maka masalah ini
dibatasi hanya pada empat variabel bauran pemasaran, yaitu : produk,
promosi, tempat dan harga yang diterapkan oleh restoran Pizza Hut.
4. Tujuan Penelitian
1. Untuk
mengetahui pengaruh produk terhadap kepuasan konsumen
restoran Pizza Hut?
2. Untuk
mengetahui pengaruh harga terhadap kepuasan konsumen
restoran Pizza Hut?
3. Untuk
mengetahui pengaruh promosi terhadap kepuasan konsumen
restoran Pizza Hut?
4. Untuk
mengetahui pengaruh tempat atau lokasi restoran terhadap kepuasan
konsumen restoran Pizza Hut?
BAB II
LANDASAN TEORI
2.1 Kerangka Teori
2.1.1 Pengertian
Pemasaran
Pemasaran
menurut Philip Kotler (2002:9) adalah suatu proses
sosial yang didalamnya individu dan kelompok mendapatkan apa yang
mereka butuhkan dan inginkan dengan menciptakan, menawarkan, dan secara bebas
mempertukarkan produk yang bernilai dengan pihak lain.
Pemasaran
adalah kegiatan pemasar untuk menjalankan bisnis (profit atau non profit) guna
memenuhi kebutuhan pasar dengan barang dan atau jasa, menetapkan harga,
mendistribusikaanya serta mempromosikannya melalui proses pertukaran agar
memuaskan konsumen dan mencapai tujuan perusahaan (Budiarto,1993:2).
Pemasaran
merupakan proses pemahaman ekspektasi konsumen dan menginterpretasikaanya
melalui pengembangan produk dan mengenalkannya ke pasar dalam rangka
menciptakan nilai bagi para pemangku kepentingan (Joewono,2008:21)
Definisi
manajemen pemasaran adalah proses perencanaan dan pelaksanaan pemikiran,
penetapan harga, promosi, serta penyaluran gagasan, barang dan jasa untuk
menciptakan pertukaran yang memenuhi sasaran-sasaran individu dan organisasi.
Manajemen pemasaran tidak saja menyangkut pencarian dan peningkatan permintaan,
tetapi juga menyangkut pengubahan atau bahkan pengurangannya.
2.1.2 Pengertian Strategi
Pemasaran
Strategi
merupakan alat untuk mencapai tujuan perusahaan
dalam kaitannya dengan tujuan jangka panjang, program tindak
lanjut, serta prioritas alokasi sumber daya (Chandler, 1962) .
Meurut Koetler (1997) ,strategi pemasaran terdiri dari
prinsip-prinsip dasar yang melandasi manajemen untuk mencapai tujuan bisnis dan
permasalahannya dalam sebuah pasar sasaran, bauran pemasaran, dan alokasi
pemasaran.
Strategi
pemasaran merupakan analisis, strategi pengembangan dan pelaksanaan
kegiatan dalam pemilihan strategi pasar sasaran produk pada tiap unit bisnis,
penetapan tujuan pemasaran, pengembangan, pelaksanaan serta pengelolaan
strategi program pemasaran penentuan posisi pasar yang dirancang untuk memenuhi
keinginan konsumen pasar sasaran. Semua informasi yang diperoleh memiliki peran
penting dalam desain strategi pemasaran. Faktor situsional dan persaingan yang
harus dihadapi organisasi menjadi perhatian dalam pemilihan strategi pemasaran.
-
Jasa
Jasa adalah
setiap tindakan atau kinerja yang ditawarkan oleh satu pihak ke pihak lain yang
secara prinsip tidak berwujud dan tidak menyebabkan perpindahan
kepemilikan (Philip Kotler ,2000:428). Jasa pada dasarnya adalah
seluruh aktivitas ekonomi dengan output selain produk dalam pengertian fisik,
dikonsumsi dan diproduksi pada saat bersamaan, memberikan nilai tambah dan
secara prinsip tidak berwujud (intangible) bagi pembeli
pertamanya (Zeithaml dan Bitner 2000:3).
Menurut Kotler
(2000:429), jasa memiliki empat ciri utama yang sangat mempengaruhi rancangan
program pemasaran, yaitu sebagai berikut :
a. Tidak
berwujud
Hal ini
menyebabkan konsumen tidak dapat melihat, mencium, meraba mendengar dan
merasakan hasilnya sebelum mereka membelinya.
b. Tidak
terpisahkan (insereparability)
Jasa tidak
dapat dipisahkan dari sumbernya, yaitu perusahaan jasa yang menghasilkannya.
Jasa diproduksi dan dikonsumsi pada saat bersamaan.
c.
Bervariasi (variability)
Jasa yang
diberikan sering kali berubah-ubah tergantung dari siapa yang menyajikannya,
kapan dan dimana penyajian jasa tersebut dilakukan.
d. Mudah
musnah (perishability)
Jasa
tidak dapat disimpan atau mudah musnah sehingga tidak dapat dijual pada masa
yang akan datang.
Kotler
(2000:8) mengemukakan bahwa pemasaran merupakan suatu proses sosial dan
manajerial, baik oleh individu atau kelompok, untuk mendapatkan apa yang dibutuhkan
dan diinginkan melalui penciptaan (creation), penawaran dan pertukaran
produk yang bernilai dengan pihak lain.
2.1.3 Pengertian
Bauran Pemasaran (Marketing Mix)
Bauran
pemasaran adalah sekumpulan alat pemasaran yang dapat digunakan oleh perusahaan
untuk mencapai tujuan pemasarannya dalam pasar sasaran (Philip Kotler
2000:15). Marketing mix merupakan unsur-unsur pemasaran yang saling
terkait, dibaurkan, diorganisir dan digunakan dengan tepat, sehingga perusahaan
dapat mencapai tujuan pemasaran dengan efektif, sekaligus memuaskan kebutuhan
dan keinginan konsumen (Zeithaml dan Bitner 2001:18). Marketing mix adalah
kombinasi empat variable atau kegiatan yang merupakan inti dari system
pemasaran perusahaan, yakni : produk, struktur harga, kegiatan promosi dan
lokasi. Marketing mix inilah yang merupakan inti dari strategi pemasaran yang
terdiri dari empat komponen utama yaitu:
1. Produk
(Product)
2. Harga
(Price)
3. Tempat
(Place, termasuk distribusi )
4. Promosi
(Promotion)
-
Restoran
Restoran
adalah suatu tempat atau bangunan yang diorganisasi secara
komersial, yang menyelanggarakan akan pelayanan dengan baik kepada semua
tamunya, baik berupa makan maupun minum (Marsum, 1993). Restoran berasal dari
bahasa Perancis yaitu ‘restaurer’ yang memiiki arti “tempat menyediakan
makanan” . Ragam makanan yang lengkap biasanya mencakup makanan pembuka,
makanan utama, dan makanan penutup atau pencuci mulut.
Pizza
Kepuasan
Konsumen
Menurut
Philip Kotler, kepuasan konsumen adalah hasil yang dirasakan oleh pembeli yang
mengalami kinerja sebuah perusahaan yang sesuai dengan harapannya. Konsumen
merasa puas kalau harapan mereka terpenuhi dan merasa sangat gembira jika
harapan mereka terlampaui. Konsumen yang puas cenderung tetap loyal lebih lama,
membeli lebih banyak, kurang peka terhadap perubahan harga dan pembicaraannya menguntungkan
perusahaan.
Kepuasan
pelanggan adalah persepsi pelanggan bahwa harapannya telah terpenuhi atau
terlampaui (Gerson,2004:3)
Product
(Produk)
Segala
sesuatu yang dapat ditawarkan produsen untuk diperhatikan, diminta, dicari,
dibeli digunakan atau dikonsumsi pasar sebagai pemenuhan kebutuhan atau
keinginan pasar yang bersangkutan (Kotler 2000:428).
Price
(Harga)
Price adalah
harga yang diberikan kepada konsumen atau jumlah uang yang dibutuhkan
untuk memperoleh beberapa kombinasi sebuah produk dan pelayanan yang
menyertainya. Penentuan harga dalam bauran pemasaran jasa adalah hal yang
penting karena harga menentukan pendapatan dari suatu usaha atau bisnis.
Keputusan penentuan harga juga sangat signifikan di dalam penentuan nilai atau
manfaat yang dapat diberikan kepada pelanggan dan memainkan peranan penting
dalam gambaran kualitas jasa.
Promotion
(Promosi)
Promosi
menurut Buchari Alma (2004:179) adalah suatu bentuk komunikasi
pemasaran, yang merupakan aktivitas pemasaran yang berusaha menyebarkan
informasi, mempengaruhi atau membujuk, dan atau mengingatkan pasar sasaran atas
perusahaan dan produknya agar bersedia menerima, membeli dan loyal pada produk
yang ditawarkan perusahaan yang bersangkutan.
Place (
Tempat )
Tempat atau
lokasi adalah suatu tempat dimana perusahaan itu melakukan kegiatan fisik.
Kedudukan perusahaan dapat berbeda dengan lokasi
perusahaan, karena kedudukan perusahaan adalah kantor pusat dari kegiatan fisik
perusahaan.
- Factor-faktor
pokok penentu pemilihan lokasi :
Letak
dari sumber bahan mentah untuk produksi
Letak
dari pasar konsumen
Ketersediaan
tenaga kerja
Ketersediaan
pengangkutan dan transportasi
Ketersediaan
energy
- Jenis-jenis
lokasi perusahaan :
Lokasi
perusahaan yang ditetapkan pemerintah (contoh: kawasan industry Cikarang dan
lain sebagainya)
Lokasi
perusahaan yang mengikuti sejarah ( contoh : tambang aspal di Buton dan lain
sebagainya.)
Lokasi
perusahaan yang mengikuti kondisi alam (contoh : membangun perusahaan udang di
Cirebon yang merupakan kota udang dan lain sebagainya
Lokasi
perusahaan yang mengikuti factor-faktor ekonomi
2. Hipotesis
Berdasarkan
kerangka pemikiran diatas hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini adalah :
1. Diduga ada
pengaruh produk (product) terhadap kepuasan konsumen pada restoran Pizza
Hut.
2. Diduga ada
pengaruh harga (price) terhadap kepuasan konsumen pada restoran Pizza Hut.
3. Diduga ada
pengaruh promosi (promotion) terhadap kepuasan konsumen pada restoran Pizza
Hut.
4. Diduga ada
pengaruh tempat (place) terhadap kepuasan konsumen pada restoran Pizza Hut.
BAB III
METODE PENELITIAN
3.1 Objek
Penelitian
Restoran yang menjadi pengamatan dalam penelitian ini
adalah restoran “Pizza Hut cabang Mall Margocity Depok Yang terletak
di Mall Margo City, Lt. Dasar Unit 18-19 ,Jalan Margonda
No. 358, Depok, Jawa Barat.
3.2 Variabel
Penelitian
Variabel penelitian adalah suatu atribut atau sifat
dari orang, obyek atau kegiatan yang memiliki variasi tertentu yang ditetapkan
oleh peneliti untuk dipelajari dan ditarik kesimpulannya (Sugiyono, 2007).
Berkaitan dengan penelitian ini, variabel penelitian yang terdiri dari variable
dependen dan variabel independen diuraikan sebagai berikut :
a. Variable
Independent (X), variabel independent adalah variable bebas yang
keberadaanya tidak dipengaruhi oleh variable lain. dalam penelitian ini yang
menjadi variable independent adalah:
1. Produk
(X1)
2. Harga
(X2)
3. Promosi
(X3)
4. Tempat (X4)
b. Variabel
Dependent (Y) adalah variable yang terikat (tidak bebas) yang dipengaruhi oleh
variable independent. Dalam penelitian ini yang menajdi variable dependent
adalah kepuasan konsumen.
3.3 Metode
Pengumpulan Data
Metode pengumpulan data dalam penelitian ini adalah
dengan menggunakan kuisoner untuk mendapatkan data primer. Dengan melakukan penyebaran kuesioner untuk
mengukur persepsi responden digunakan Skala Likert (Rangkuti,
1997). Pertanyaan dalam kuesioner dibuat dengan menggunakan skala 1-5
untuk mewakili pendapat dari responden.
Nilai untuk skala tersebut adalah :
a. Sangat
Setuju : 5
b. Setuju : 4
c. Netral : 3
d. Tidak
Setuju : 2
e. Sangat Tidak
Setuju : 1
3.4 Hipotesis
Berdasarkan
kerangka pemikiran diatas hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini adalah :
1.
Diduga ada
pengaruh produk (product) terhadap kepuasan konsumen pada restoran Pizza
Hut.
2.
Diduga
ada pengaruh harga (price) terhadap kepuasan konsumen pada restoran Pizza
Hut.
3.
Diduga ada
pengaruh promosi (promotion) terhadap kepuasan konsumen pada restoran Pizza
Hut.
4.
Diduga ada
pengaruh tempat (place) terhadap kepuasan konsumen pada restoran Pizza Hut
3.5 Alat
Analisis yang Digunakan
Metode yang digunakan oleh penulis di dalam melakukan
penelitian adalah metode deskrptif analisis, yaitu menganalisis masalah dengan
cara mendeskripsikannya melalui penggunaan tabel, grafik atau alat bantu
deskriptif lainnya.
Uji Validitas
Validitas adalah tingkat keandalah dan kesahihan alat
ukur yang digunakan. Intrumen dikatakan valid berarti menunjukkan alat ukur
yang dipergunakan untuk mendapatkan data itu valid atau dapat digunakan untuk
mengukur apa yang seharusnya di ukur (Sugiyono, 2004:137). Dengan demikian,
instrumen yang valid merupakan instrumen yang benar-benar tepat untuk mengukur
apa yang hendak di ukur. Analisis validitas yang digunakan adalah uji korelasi product moment dan
diolah menggunakan program SPSS. Uji validitas dapat diketahui dengan
membandingkan antara r hitung dari hasil olahan komputer dengan r tabel dari
tabel r product moment.
Dasar
pengambilan keputusan untuk menguji validitas adalah :
a). Jika
r hitung positif dan r hitung > r tabel maka variabel tersebut valid.
b). Jika r
hitung tidak positif serta r hitung < r tabel maka variabel tersebut tidak
valid.
Uji Reliabilitas
Reliabilitas
berguna untuk menetapkan apakah instrument yang dalam hal ini kuesioner
dapatdigunakan lebih dari satu kali, paling tidak oleh responden yang sama akan
menghasilkan data yang konsisten.
Uji Asumsi Klasik
Pengujian asumi klasik dilakukan untuk mengetahui
kondisi data yang ada agar dapat menentukan model analisis yang tepat. Untuk
menguji apakah persamaan garis regresi yang
diperoleh
linier dan dapat dipergunakan untuk melakukan peramalan, maka harus dilakukan
uji asumsi klasik yaitu:
a. Uji
Multikolinearitas
Multikolinearitas adalah suatu keadaan yang
variabel bebasnya berkorelasi dengan variabel bebas lainnya atau suatu variabel
bebas merupakan fungsi linier dari variabel bebas lainnya. Adanya Multikolinearitas dapat dilihat
dari tolerance value atau nilai variance inflation
factor (VIF). Apabila tolerance value dibawah 0,10
atau nilai VIF diatas 10, maka terjadi problem multikolinearitas.
b. Uji
Autokorelasi
Autokorelasi dapat diartikan
sebagai korelasi yang terjadi di antara anggota-anggota dari serangkaian
observasi yang berderetan waktu (apabila datanya time series) atau korelasi
antara tempat berdekatan (apabila cross sectional).
Adapun uji yang digunakan untuk
mendeteksi adanya penyimpangan asumsi klasik ini adalah uji Lagrange Multiplier
(LM Test). Uji LM dilakukan dengan menghitung nilai X2hitung dengan
rumus X2 = (n-1)R2. Nilai X2hitutng akan
dibanding dengan nilai X2tabel dengan df=(α,n-1).
Jika nilai X2hitung > X2tabel,
itu menunjukkan adanya masalah autokorelasi. Sebaliknya, jika X2hitung < X2tabel,
itu menunjukkan tidak terjadinya masalah autokorelasi.
Uji Goodness of Fit
Uji Goodness of Fit digunakan untuk mengukur ketepatan
fungsi regresi sampel dalam menaksir nilai aktual. Uji Goodness of Fit dapat
dilakukan dengan metode statistik, yaitu melalui pengukuran nilai koefisien
determinasi, nilai statistik F dan nilai statistik t. Menurut Ghozali (2009),
perhitungan statistik disebut signifikan secara statistik apabila nilai uji
statistiknya berada dalam daerah kritis (daerah dimana Ho ditolak). Sebaliknya
perhitungan statistik disebut tidak signifikan apabila nilai uji statistiknya
berada dalam daerah dimana Ho diterima.
a) Uji
Signifikansi Simultan
Uji F yaitu suatu uji untuk mengetahui pengaruh
variabel bebas yaitu Produk (X1),
harga (X2),
promosi (X3), dan tempat (X4) secara simultan terhadap variabel
terikat yaitu kepuasan konsumen (Y).
a. Merumuskan
hipotesis
H0 : b1 = b2 = b3 =
b4 = 0, tidak ada pengaruh bauran pemasaran (produk, harga,
promosi dan tempat) terhadap kepuasan konsumen.
H1 : b1 ≠
b2 ≠ b3 ≠
b4 ≠ 0, minimal ada pengaruh dari
implementasi bauran pemasaran (produk, harga, promosi dan tempat) terhadap kepuasan
konsumen.
b.
Menentukan Ftabel dengan
derajat bebas = df:α,(k-1),(n-k)
b) Uji
parsial (uji t)
Uji t digunakan untuk menguji signifikansi konstanta
dari setiap variabel independen, yaitu Produk (X1), harga (X2),
promosi (X3), dan tempat (X4) benar-benar berpengaruh secara parsial (terpisah)
terhadap variabel dependennya yaitu kepuasan konsumen (Y).
Kriteria pengujian dengan tingkat signifikansi (a) =
0,05 ditentukan sebagai berikut :
- t hitung
< t tabel, maka H0 diterima
- t hitung
> t tabel, maka H0 ditolak
c) Koefisien
Determinasi (R2)
Koefisien determinasi (R2) pada intinya mengukur
seberapa jauh kemampuan model dalam menerangkan variasi variabel dependen
(Ghozali, 2009). Nilai koefisien determinasi adalah antara nol dan satu. Nilai
R2 yang kecil berarti kemampuan variabel-variabel independen dalam menjelaskan
variasi variabel dependen amat terbatas. Nilai yang mendekati satu berarti
variabelvariabel independen memberikan hampir semua informasi yang dibutuhkan
untuk memprediksi variasi variabel dependen.
Analisis Regresi Linier Berganda
Analisis regresi linier berganda bertujuan untuk
mengetahui Produk (X1), harga (X2), promosi (X3),
dan tempat (X4) terhadap kepuasan konsumen. Persamaan regresi yang
diharapkan dalam penelitian ini adalah :
Daftar Pustaka
Gerson,
Richard. F, 2004, Mengukur Kepuasan Pelanggan. Jakarta: Penerbit
PPM.
Kotler, P.
1997. Manajemen Pemasaran, Analisis, Perencanaan, Implementasi, dan Kontrol.
Jilid Dua. Edisi Kesembilan. PT Prenhallindo. Jakarta.
Swastha,
Basu dan Ibnu Sukotjo. 1998, Pengantar Bisnis Modern, Edisi Ketiga, Cetakan
Keenam. Liberty.Yogyakarta.
Budiarto, Teguh. 1993, Dasar Pemasaran, Gunadarma, Jakarta.
Yuzirman,Badroni
& Sumardy. 2012. Kiss Marketing. Jakarta: Upnormals Publishing.